Jumat, 06 November 2020

PLSV dan PtLSV (Persamaan Linier Satu Variabel dan Pertidaksamaan Linier satu variabel)

Kompetensi Dasar :

3.6 Menjelaskan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel dan penyelesaiannya

Dalam materi ini poin yang akan kita pelajari antara lain:

1.   Kalimat benar dan kalimat salah

2.   Kalimat terbuka

3.   PLSV (Persamaan Linier Satu Variabel)

4.   PtLSV (Pertidaksamaan Linier Satu Variabel)

Yuh…kita pelajari langsung

1.   Kalimat benar dan kalimat salah

Contoh kalimat benar (Kalimat yang bernilai benar)

1.   Presiden pertama Republik Indonesia adalah Ir Soekarno

2.   Jumlah 11 dan 12 adalah 23

3.   Lima dikali dua kemudian dikurangi tiga sama dengan tujuh

Contoh Kalimat salah (Kalimat yang bernilai salah)

1.   Pencipta lagu Indonesia Raya adalah Kusbini (Kalimat ini bernilai salah, karena yang menciptakan lagu Indonesia raya adalah WR Soepratman)

2.   Hasil dari 4 + 5 =10 (Kalimat ini salah, harusnya 4 + 5=9)

2.   Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum dapat diketahui nilai kebenarannya.

Contoh:

1.   Siapakah presiden Republik Indonesia?..(Kalimat ini belum diketahui kebenarannya, masih dipertanyakan)

2.   Y + 3 = 7 (kalimat ini belum diketahui kebenarannya)

Variable (peubah) adalah lambang (symbol) pada kalimat terbuka yang dapat diganti oleh sembarang anggota himpunan yang telah ditentukan.

Konstanta adalah lambang yang menyatakan suatu bilangan tertentu.

x+5 +12           (kalimat terbuka)
3+ 5 = 12          (kalimat Salah )
7+5 = 12          (kalimat benar)

Huruf x pada x + 5 = 12 disebut variable (peubah), sedangkan 5 dan 12 disebut konstanta.

Contoh :

kalimat terbuka : x + 13 + 17
peubah : x
Konstanta : 13 dan 17

Catatan :

Kalimat terbuka adalah kalimat yang mengandung satu atau lebih variabel dan belum diketahui nilai kebenarannya.

Contoh: x + 2 =5

Pengertian Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)

Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dihubungkan dengan tanda sama dengan (=) dan hanya memiliki satu variabel berpangkat satu.

Bentuk Umum Persamaan Linear Satu Variabel Bentuk umum Persamaan Linear Satu Variabel : ax + b = c dengan:

  • a≠ 0 ; x disebut variabel/peubah
  • Semua suku di sebelah kiri tanda ‘=’ disebut ruas kiri
  • Semua suku di sebelah kanan tanda ‘=’ disebut ruas kanan

Sebagai Contoh:

  • x – 4 = 0
  • 5x + 6 = 16

Catatan :

Kalimat terbuka adalah kalimat yang mengandung satu atau lebih variabel dan belum diketahui nilai kebenarannya.

Contoh:

x + 2 =5
p + 1 = 7
x dan p disebut variabel

Jika x dan p diganti dengan suatu bilangan/angka maka kalimat matematika terbuka tersebut merupakan suatu pernyataan yang dapat bernilai benar atau salah.

Jika x dalam kalimat terbuka di atas diganti dengan nilai x = 3 maka x + 2 menjadi

3 + 2 = 5 à merupakan pernyataan benar dan jika diganti dengan nilai x = 1 maka x + 2 = 5 menjadi 1 + 2 = 5 à merupakan pernyataan salah.

Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel

Menambah atau mengurangi kedua ruas (kanan kiri) dengan bilangan yang sama contoh : Carilah penyelesaian dari : x + 10 = 5

Jawab : hal pertama yang harus kita selesaikan adalah bagaimana menghilangkan angka 10. Angka 10 dihilangkan dengan menambahkan lawan dari 10 yaitu -10 sehingga PLSV tersebut menjadi : x + 10 -10 = 5 – 10 x     = – 5

Carilah penyelesaian dari : 2x – 5 = 11

Jawab :

lawan dari -5 adalah 5, sehingga PLSV tersebut menjadi :


Mengalikan atau membagi kedua ruas (kanan kiri) dengan bilangan yang sama Suatu PLSV dikatakan ekuivalen (sama) apabila kedua ruas dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama. contoh:

Tentukan penyelesaian dari :

Jawab:

  • kalikan kedua ruas dengan penyebutnya (dalam soal di atas adalah 3)
  • bagi kedua ruas dengan koefisien dari x yaitu 2


Menyelesaikan PLSV dengan menggunakan gabungan dari 1 dan 2 di 

contoh :

Carilah penyelesaian dari : 3 (3x + 2) = 6 ( x -2)

Jawab :

9x + 6 = 6x – 12
9x + 6 – 6 = 6x – 12 – 6 à kedua ruas dikurang 6 9x = 6x – 18
9x – 6x = 6x – 18 – 6x à kedua ruas dikurangi -6x 3x = -18

Contoh :

~ x + 7 = 13
~ 6 – 2x = 2

Kedua kalimat atau contoh tersebut disebut dengan persamaanPersamaan adalah kalimat terbuka yang menyatakan hubungan samadengan (=).

Penyelesaian :

Tentukan persamaan dari 3y – 2 = 4

Jawab :


Tentukan persamaan dari 3x + 5 = x + 15

Jawab :


Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang  dihubungkan dengan tanda sama dengan (=) dan hanya memiliki satu variabel berpangkat satu.

Contoh:

1. x – 4 = 0
2. 5x + 6 = 16

Catatan :

Kalimat terbuka adalah kalimat yang mengandung satu atau lebih variabel dan belum diketahui nilai kebenarannya.

Contoh :

x + 2 =5
p + 1 = 7
x dan p disebut variabel

Persamaan Linier Satu Variabel adalah kalimat terbuka yang dihubungkan tanda sama dengan (“=”) dan hanya mempunyai satu variable berpangkat 1 . bentuk umum persamaan linier satu variable adalah ax + b = 0

Contoh :

1.   x – 3 = 7

2.   4a + 5 = 25

Pada contoh diatas x, a, b adalah variable (peubah) yang dapat diganti dengan sembarang bilangan yang memenuhi.


Menyelesaikan Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)

Himpunan Penyelesaian (HP) adalah himpunan dari penyelesaian-penyelesaian suatu persamaan. Ada dua cara untuk menentukan penyelesaian dan himpunan penyelesaian dari suatu persamaan linier satu variable, yaitu :

  • Subtitusi

Mencari persamaan-persamaan yang ekuivalen. Suatu persamaan dapat dinyatakan ke dalam persamaan yang ekuivalen, dengan cara :

1.   Menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama.

2.   Mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan bukan nol yang sama.

Persamaan yang ekuivalen.

Persamaan yang ekuivalen adalah persamaan-persamaan yang memiliki himpunan penyelesaian sama jika pada persamaan tersebut dilakukan operasi tertentu suatu persamaan yang  ekuivalen dinotasikan dengan tanda.

Sebgai Contoh :

Menyelesaikan PLSV dengan menggunakan lawan dan kebalikan bilangan

Contoh :

Carilah penyelesaian dari :

3 (3x + 4) = 6 ( x -2)

Jawab :

9x + 12 = 6x – 12
9x – 6x = -12-12
3x = -24
x =− 24/3
= -8
Jadi , HP = {-8}


Pertidaksamaan Linear Satu Variabel

Pertidaksamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dinyatakan dengan menggunakan tanda / lambang ketidaksamaan / pertidaksamaan dengan satu variable (peubah) berpangkat satu.


Contoh 1:



Contoh 2:

 


Contoh 3:



 

 

Senin, 08 April 2019

ARITMETIKA SOSIAL

PROSENTASE UNTUNG DAN RUGI


BRUTO, TARA, NETTO


HARGA BELI, HARGA JUAL

DISKON

1. Besarnya Diskon

Besarnya Diskon = Harga Awal – Harga Diskon

Contoh Perhitungan Besarnya Diskon :

Diketahui harga jual awas pada sebuah Baju seharga Rp.24.000,-. Dan setelah diberlakukan diskon harganya menjadi Rp.18.000,-. Jadi berapakah harga besarnya diskon pada sebuah Baju tersebut :

Harga Besarnya Diskon = 24.000 – 18.000 = 6.000
Jadi Besarnya Diskon pada harga sebuah Baju tersebut adalah Rp.6.000,-

2. Harga Diskon

Harga Diskon = Harga Awal – Besarnya Diskon

Contoh Perhitungan Harga Diskon :

Diketahui harga awal pada Celana Jeans  seharga Rp.400.000,- Dan dijual dengan potongan harga Rp.80.000. Jadi berapakah harga Celana Jeans tersebut :

Harga Besarnya Diskon = 400.000 – 80.000 = 320.000
Jadi harga pada Celana Jeans tersebut setelah diberlakukan diskon adalah Rp.320.000,-

3. Harga Awal

Harga Awal = Harga Diskon + Besarnya Diskon

Contoh Perhitungan Harga Awal :

Diketahui harga sebuah Roti setelah diberlakukan diskon seharga Rp 4.800- dan besarnya diskon adalah Rp.19.200,-. Jadi berapakah harga awal dari sebuah Roti tersebut :

Harga Awal Roti = 19.200 + 4.800 = 24..000
Jadi harga awal pada Roti tersebut sebelum diskon adalah Rp.24.000,-

Cara Menghitung Persenan Diskon (Discount)

Dalam menghitung persenan diskon menggunakan Rumus sebagai berikut :

Contoh Perhitungan Persenan Diskon :

Diketahui harga awal sebuah Tas Ransel seharga Rp.240.000,-. Dan dijual dengan besarnya diskon seharga Rp.48.000,-. Jadi berapakah harga Tas Ransel yang diberlakukan persentase diskon tersebut :

Persenan Diskon = (48.000/240.000) x 100% = 20%
Jadi harga persentase diskon pada Tas Ransel tersebut adalah 20%.





Selasa, 03 Januari 2017

Selasa, 18 Oktober 2016

Phobia terhadap Matematika?



Kenapa matematika jadi pelajaran yang paling ditakuti anak sekolah? Rasa takut atau phobia matematika  (mathematics anxiety) sebenarnya cukup umum terjadi. Kata ‘Phobia’ berasal dari istilah yunani ‘phobos’ yang berarti lari, takut, panic. Phobia adalah ketakutan yang luar biasa tanpa alas an tertentu atau situasi yang tidak masuk akal. Sesuai dengan namanya phobia matematika adalah orang yang memiliki ketakutan, ketidaknyamanan, tidak menyukai, dan ingin menghindari segala persoalan yang berhubungan dengan matematika.
Lalu, dari manakah rasa takut matematika ini berasal? Phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Melihat gejalanya, phobia matematika sebenarnya sangat mirip dengan demam panggung (stagefright). Mengapa seseorang menderita stagefright? Takut ada yang tidak beres di depan orang banyak? Takut dinilai buruk? Takut akan benar-benar kosong? kecemasan terhadap matematika memunculkan rasa takut dari beberapa tipe. Rasa takut yang satu tidak akan dapat mengerjakan matematika atau rasa takut lain yang terlalu keras atau ketakutan akan kegagalan sering berasal kurang percaya diri. Ahli Matematika ITB Iwan Pranoto menyebutkan bahwa, masalah fobia matematika kerap dianggap sangat krusial dibandingkan bidang studi lainnya karena sejak SD bahkan TK, siswa sudah diajarkan matematika. Kalau fisika, baru diajarkan di tingkat SMP. Karena itu, fobia fisika menjadi tidak begitu krusial dibandingkan matematika. Apalagi Kimia yang baru diajarkan ketika tingkat SMA.
 Selain itu ketakutan yang sebenarnya dari pelajaran matematika adalah anak takut jika jawaban yang didapatkannya salah, karena jawaban yang salah berarti kegagalan sehingga anak dituntut untuk selalu bisa memberikan jawaban yang benar. Padahal jawaban yang salah bukanlah suatu kegagalan, tapi justru bisa membuat anak lebih memahami konsep matematika dan menganalisis pikirannya.
Guru yang mengajar pun sebaiknya tidak langsung memarahi sang anak jika jawaban yang diberikan salah, karena tidak semua anak punya motivasi yang tinggi setelah dimarahi. Beberapa anak justru akan semakin takut dan membenci pelajaran tersebut. Jika anak terlalu takut dengan matematika bisa memicunya memiliki gangguan matematika (mathematics disorder) yaitu kondisi dimana anak memiliki kemampuan matematika rendah atau di bawah kemampuan normal anak berdasarkan usia dan tingkat pendidikannya.
Menurut Russel Deb (about.com) dalam yashmatika6069.blogspot.co.id. menyebutkan bahwa biasanya rasa takut ini berasal dari pengalaman yang tidak menyenangkan dalam pelajaran matematika. Fobia matematika juga dapat disebabkan oleh rendahnya kualitas pembelajaran matematika dan kurangnya latihan soal-soal matematika.
Sebagaimana kita ketahui bersama, siswa kerap kali memiliki ketergantungan yang luar biasa terhadap prosedur matematika sebagai suatu cara untuk memahami matematika. Padahal ketika seseorang mencoba menghafal prosedur, aturan dan langkah-langkah penyelesaian soal tanpa memahami banyak hal, matematika sendiri akan cepat dilupakan dan timbul keraguan.
Pikirkan matematika sebagai menghafal semua prosedur – bagaimana jika Anda lupa beberapa? Oleh karena itu, dengan jenis strategi memori yang baik akan membantu, tapi, bagaimana jika Anda tidak ‘memiliki ingatan yang baik. Memahami matematika sangat penting. Setelah siswa menyadari bahwa mereka dapat melakukan matematika, gagasan seluruh kecemasan matematika dapat diatasi. Guru dan orang tua memiliki peran penting untuk menjamin siswa memahami matematika yang disajikan kepada mereka.
Cara mengatasi rasa takut terhadap matematika seseorang harus membentuk enam sikap diri sebagai pembelajar;
1.      Sikap positif akan membantu. Namun, sikap positif datang dengan pembelajaran yang berkualitas untuk memahami yang sering tidak terjadi pada pembelajaran matematika dengan pendekatan tradisional
2.      Ajukan pertanyaan, menentukan untuk meningkatkan pemahaman konsep  matematika. Jangan puas dengan sesuatu yang kurang selama pembelajaran. Mintalah ilustrasi yang jelas dan atau demonstrasi atau simulasi.
3.      Praktek atau latihan soal secara teratur, terutama bila Anda sedang mengalami kesulitan pada konsep tertentu.
4.      Ketika Anda benar-benar tidak dapat memahami matematika sama sekali, sewalah seorang tutor atau belajar kelompok dengan orang-orang yangbenar-benar memahami matematika. Yakinlah bahwa Anda dapat menyelesaikan soal matematika sesulit apapun, hanya terkadang soal itu mengambil pendekatan yang berbeda bagi Anda untuk memahami beberapa konsep.
5.      Jangan hanya membaca catatan-catatan Anda untuk memahami konsep matematika. Memahami konsep matematika membutuhkan latihan rutin dan pastikan Anda dapat jujur ​​menyatakan bahwa Anda memahami apa yang Anda lakukan.
6.      Jadilah gigih dan tidak lebih menekankan kenyataan bahwa kita semua membuat kesalahan. Ingat, beberapa pembelajaran yang paling kuat berasal dari membuat kesalahan.
Satu hal lagi yang tidak kalah penting dan harus difahami oleh siapapun yang ingin menguasai konsep matematika. Ingatlah bahwa matematika adalah ilmu abstrak, karena memang begitu adanya. Hampir bisa dipastikan bahwa konsep-konsep matematika adalah konsep yang abstrak. Akan tetapi, perlu pula diingat bahwa dalam tahapan-tahapan tertentu, setiap manusia juga mampu memahami sesuatu yang abstrak, walau pun tentunya sesuai dengan tingkat kecerdasannya masing-masing. Ada yang begitu cepat menangkap, tetapi ada pula yang sangat lamban menangkapnya.
Sementara untuk alasan kedua, adalah faktor guru pengajar. Menanggapi hal itu, ingatlah, “Guru juga manusia!” Seandainya tidak puas dengan guru di dalam kelas, bertanyalah kepada guru lain di luar kelas atau di luar sekolah kita. Kemanapun kita pergi, kita masuk, kita lakukan, butuh matematika. Jangan pernah menyerah, untuk mengurangi rasa takut yang yang berlebihan  ( phobia ) terhadap Matematika.

Senin, 26 Mei 2014

LIMAS



Bidang Ruang Sisi Datar (LIMAS)

Pengertian Limas 
Limas adalah bangun ruang yang alasnya berbentuk segi banyak (segitiga, segi empat, atau segi lima) dan bidang sisi tegaknya berbentuk segitiga yang berpotongan pada satu titik. Titik potong dari sisi-sisi tegak limas disebut titik puncak limas.
Pada limas diberi nama berdasarkan bentuk bidang alasnya. Jika alasnya berbentuk segitiga, maka limas tersebut dinamakan limas segitiga. Jika alas suatu limas berbentuk segi lima beraturan maka limas tersebut dinamakan limas segi lima beraturan.

Berdasarkan bentuk alas dan sisi-sisi tegaknya limas dapat dibedakan menjadi limas segi n beraturan dan limas segi n sebarang. Sebuah limas pasti mempunyai puncak dan tinggi. 
  a.  Tinggi limas adalah jarak terpendek dari puncak limas ke sisi alas. 
  b.  Tinggi limas tegak lurus dengan titik potong sumbu simetri bidang alas.
     Ciri-ciri Limas adalah sebagai berikut:
 ·        Memiliki titik puncak 
      Memiliki sisi-sisi selimut berupa segitiga 
      Banyak sisi-sisi selimut = n (untuk limas segi-n) 
      Banyak diagonal bidang alas = n(n – 3)/2 
      Bidang diagonalya berbentuk bangun segitiga 
      Banyak titik sudut = (n + 1)
      Banyak rusuk = 2n 
      Banyak sisi = (n + 1)                                         
      
       Volume Limas 
   Untuk menemukan volume limas, perhatikan gambar menunjukkan kubus yang panjang rusuknya 2a. Keempat diagonal ruangnya berpotongan di satu titik, yaitu titik T, sehingga terbentuk enam buah limas yang kongruen. Jika volume limas masing-masing adalah V maka diperoleh hubungan berikut.
Volume limas = volume kubus
            = 1/6 x volume kubus
            = 1/6 x 2a x 2a x 2a
            = 1/6 x (2a)2 x 2a
                               = 1/6 x (2a)2 x a
                               = 1/3 x luas alas x tinggi
Jadi, dapat disimpulkan untuk setiap limas berlaku rumus berikut
volume limas = 1/3 x luas alas x tinggi

Jaring-jaring Limas segitiga











Luas Permukaan Limas 
    Gambar di samping adalah jaring-jaring lLimas segi empat dengan alas berbentuk persegi. Seperti menentukan luas permukaan prisma, kalian dapat menentukan luas permukaan limas dengan mencari luas jaring-jaring limas tersebut
       Luas permukaan limas 
      = luas persegi  + 4.luas segitiga
      = luas alas + jumlah luas seluruh sisi tegak

     Jadi, secara umum rumus luas permukaan limas sebagai berikut
     Luas permukaan limas = luas alas + jumlah luas seluruh sisi tegak.